Seberapa pentingkah
cita-cita dalam kehidupan manusia?
Manusia
hidup karena satu tujuan yang jelas. Oleh karenanya, semua orang harus
menetapkan dengan jelas tujuan hidupnya. Salah satu yang pasti bagi remaja
ialah : CITA-CITA. Khususnya cita-cita tentang pekerjaan masa
depan seiring dengan tibanya tahab dewasa dalam kehidupan seseorang.
Cita-cita bisa apa saja. Bisa berubah, bisa berganti. Semakin rinci cita-cita
seseorang semakin jelas dan mudah untuk mempersiapkan pencapaiannya. Semakin
tua usia seseorang semakin mendekati kedewasaan, hendaknya semakin rinci
cita-citanya.
Seberapa
besar Hak dan Kewajiban remaja laki-laki dan remaja perempuan dalam pencapaian
cita-cita tersebut?
Cita-cita
bagi remaja perempuan sama penting dengan cita-cita bagi remaja laki-laki. Di
masa depan, semakin banyak profesional perempuan yang diperlukan masyarakat.
Tuntutan partisipasi perempuan di berbagai bidang pembangunan dewasa ini, di
mana hak dan kewajiban perempuan sebagai warga negara disejajarkan dengan
laki-laki, hendaknya memacu para remaja perempuan untuk berprestasi setinggi
mungkin. Dalam artian, masih dalam batas-batas yang wajar atas kodrat dan
fitrahnya sebagai perempuan. Oleh karenanya, mendorong remaja perempuan untuk
memiliki cita-cita setinggi mungkin, dan mendorong pencapaiannya, menjadi
sangan penting.
Bagaimana
usaha kita dalam mencapai cita-cita?
Semua
manusia, sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna, diberi kelebihan oleh
Tuhan. Kelebihan masing-masing orang acapkali disebut sebagai POTENSI DIRI.
Kadang-kadang potensi diri disebut pula sebagai FITRAH, nilai-nilai yang
baik, yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Kelebihan ini dapat dipelihara,
diperkuat dan dikembangkan untuk mendukung pencapaian cita-cita seseorang. Yang
harus dilakukan orang ialah mengenal dengan baik dan benar potensi diri
masing-masing, dan kemudian dipelihara dan dikembangkan untuk mencapai
cita-citanya. Dengan kata lain : dipelihara dan dikembangkan mencapai fitrah
masing-masing.
Bagaimana
memahami kelamahan diri agar tidak menghambat pemngembangan potensi diri?
Disamping
potensi diri, semua orang juga memiliki KELEMAHAN, yang apabila dibiarkan dapat
mengganggu potensi dirinya, dan menghalangi tercapainya cita-cita. Yang harus
dilakukan orang ialah mengenal dengan baik dan jujur kelemahan masing-masing
untuk kemudian ditekan agar tidak muncul dan tidak mengganggu pencapaian
cita-citanya.
Dua
hal dasar yang menghancurkan cita-cita remaja adalah kegiatan-kegiatan pada
diri remaja sendiri dan kegiatan-kegiatan di luar diri remaja.
Kegiatan-kegiatan yang dapat terjadi pada diri remaja adalah: hamil, cacat
karena kecelakaan, terkena penyakit gawat ( misal AIDS ) dan tentu saja
meninggal. Dari luar remaja misalnya : perang, bencana alam, bencana keluarga (
perceraian, bangkrut dll ).
Bagaimana
peran teman?
Sahabat
karib diperlukan semua orang dalam kaitan dengan cita-cita, potensi diri dan
kelemahan. Mereka adalah kawan yang diajak berdiskusi, saling tukar pikiran dan
pendapat, saling memberi nasehat dalam rangka mematangkan cita-cita
masing-masing, peningkatan potensi diri masing-masing dan penekanan kelemahan
masing-masing.
a.
Keputusan Yang Baik
Bagaimana membuat
suatu keputusan yang baik?
Hidup manusia terdiri
atas pilihan-pilihan. Kita harus memilih diantara pilihan-pilihan tersebut.
Inilah yang dinamakan KEPUTUSAN.
Untuk mengambil keputusan
yang baik, diseyogyakan untuk menggunakan Pendekatan Triple-T : Tinjauan,
Telaah, Tindakan.
Tinjauan :
Mempelajari masalah atau persoalan atau kebutuhan mendesak dengan
sebaik-baiknya, dan kemudian menyusun daftar pilihan-pilihan yang tersedia.
Telaah :
Menimbang-nimbang untung rugi masing-asing pilihan. Perlu dicatat bahwa hampir
tidak ada pilihan yang bebas risiko. Akan tetapi bisa dipilih yang paling
berdayaguna ( mudah dilakukan ), atau paling berhasilguna ( hasilnya paling
nyata ) atau risikonya paling kecil.
Tindakan : Menentukan
keputusan yang akan dipilih dan siap menerima risiko apapun. Mengambil tindakan
ini dilakukan setelah analisis selesai dilaksanakan.
Proses
3-T ini adalah proses berkesinambungan. Artinya, setelah selesai suatu tindaka
diputuskan dan kemudian dilaksanakan, selanjutnya dilakukan evaluasi untuk
melakukan Tinjauan, Telaah dan Tindakan berikutnya. Demikian seterusnya, sampai
permasalahan tersebut benar-benar terpecahkan secara tuntas.
Bagaimana hak
dan kewajiban remaja laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan?
Pengambilan
keputusan bukan monopoli orang laki-laki. Baik dalam masyarakat, maupun
dalam keluarga nanti, wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk
membuat keputusan yang baik. Berbagi pendapat dalam pengambilan keputusan
antara semua anggota kelompok atau keluarga merupakan cara penyelesaian masalah
yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar