Selasa, 20 Maret 2012

PENGEMBANGAN POTENSI DIRI


 Seberapa pentingkah cita-cita dalam kehidupan manusia?
Manusia hidup karena satu tujuan yang jelas. Oleh karenanya, semua orang harus menetapkan dengan jelas tujuan hidupnya. Salah satu yang pasti bagi remaja ialah : CITA-CITA. Khususnya cita-cita tentang pekerjaan masa depan seiring dengan tibanya tahab dewasa dalam kehidupan seseorang. Cita-cita bisa apa saja. Bisa berubah, bisa berganti. Semakin rinci cita-cita seseorang semakin jelas dan mudah untuk mempersiapkan pencapaiannya. Semakin tua usia seseorang semakin mendekati kedewasaan, hendaknya semakin rinci cita-citanya.

Seberapa besar Hak dan Kewajiban remaja laki-laki dan remaja perempuan dalam pencapaian cita-cita tersebut?
Cita-cita bagi remaja perempuan sama penting dengan cita-cita bagi remaja laki-laki. Di masa depan, semakin banyak profesional perempuan yang diperlukan masyarakat. Tuntutan partisipasi perempuan di berbagai bidang pembangunan dewasa ini, di mana hak dan kewajiban perempuan sebagai warga negara disejajarkan dengan laki-laki, hendaknya memacu para remaja perempuan untuk berprestasi setinggi mungkin. Dalam artian, masih dalam batas-batas yang wajar atas kodrat dan fitrahnya sebagai perempuan. Oleh karenanya, mendorong remaja perempuan untuk memiliki cita-cita setinggi mungkin, dan mendorong pencapaiannya, menjadi sangan penting.

Bagaimana usaha kita dalam mencapai cita-cita?
Semua manusia, sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna, diberi kelebihan oleh Tuhan. Kelebihan masing-masing orang acapkali disebut sebagai POTENSI DIRI. Kadang-kadang potensi diri disebut pula sebagai FITRAH, nilai-nilai yang baik, yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Kelebihan ini dapat dipelihara, diperkuat dan dikembangkan untuk mendukung pencapaian cita-cita seseorang. Yang harus dilakukan orang ialah mengenal dengan baik dan benar potensi diri masing-masing, dan kemudian dipelihara dan dikembangkan untuk mencapai cita-citanya. Dengan kata lain : dipelihara dan dikembangkan mencapai fitrah masing-masing.

Bagaimana memahami kelamahan diri agar tidak menghambat pemngembangan potensi diri?
Disamping potensi diri, semua orang juga memiliki KELEMAHAN, yang apabila dibiarkan dapat mengganggu potensi dirinya, dan menghalangi tercapainya cita-cita. Yang harus dilakukan orang ialah mengenal dengan baik dan jujur kelemahan masing-masing untuk kemudian ditekan agar tidak muncul dan tidak mengganggu pencapaian cita-citanya.
Dua hal dasar yang menghancurkan cita-cita remaja adalah kegiatan-kegiatan pada diri remaja sendiri dan kegiatan-kegiatan di luar diri remaja. Kegiatan-kegiatan yang dapat terjadi pada diri remaja adalah: hamil, cacat karena kecelakaan, terkena penyakit gawat ( misal AIDS ) dan tentu saja meninggal. Dari luar remaja misalnya : perang, bencana alam, bencana keluarga ( perceraian, bangkrut dll ).

Bagaimana peran teman?
Sahabat karib diperlukan semua orang dalam kaitan dengan cita-cita, potensi diri dan kelemahan. Mereka adalah kawan yang diajak berdiskusi, saling tukar pikiran dan pendapat, saling memberi nasehat dalam rangka mematangkan cita-cita masing-masing, peningkatan potensi diri masing-masing dan penekanan kelemahan masing-masing.


a.     Keputusan Yang Baik

Bagaimana membuat suatu keputusan yang baik?
Hidup manusia terdiri atas pilihan-pilihan. Kita harus memilih diantara pilihan-pilihan tersebut. Inilah yang dinamakan KEPUTUSAN.
Untuk mengambil keputusan yang baik, diseyogyakan untuk menggunakan Pendekatan Triple-T : Tinjauan, Telaah, Tindakan.








Tinjauan : Mempelajari masalah atau persoalan atau kebutuhan mendesak dengan sebaik-baiknya, dan kemudian menyusun daftar pilihan-pilihan yang tersedia.
Telaah : Menimbang-nimbang untung rugi masing-asing pilihan. Perlu dicatat bahwa hampir tidak ada pilihan yang bebas risiko. Akan tetapi bisa dipilih yang paling berdayaguna ( mudah dilakukan ), atau paling berhasilguna ( hasilnya paling nyata ) atau risikonya paling kecil.
Tindakan : Menentukan keputusan yang akan dipilih dan siap menerima risiko apapun. Mengambil tindakan ini dilakukan setelah analisis selesai dilaksanakan.

Proses 3-T ini adalah proses berkesinambungan. Artinya, setelah selesai suatu tindaka diputuskan dan kemudian dilaksanakan, selanjutnya dilakukan evaluasi untuk melakukan Tinjauan, Telaah dan Tindakan berikutnya. Demikian seterusnya, sampai permasalahan tersebut benar-benar terpecahkan secara tuntas.

Bagaimana hak dan kewajiban remaja laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan?
Pengambilan keputusan bukan monopoli orang laki-laki. Baik dalam masyarakat, maupun dalam keluarga nanti, wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk membuat keputusan yang baik. Berbagi pendapat dalam pengambilan keputusan antara semua anggota kelompok atau keluarga merupakan cara penyelesaian masalah yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar